Perlukah Desain Ergonomis pada Furniture?

<img loading=

Desain ergonomis pada furniture tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal itu menjadi acuan dalam perancangan dan kegunaan setiap furniture. Jika tidak memperhitungkan nilai ergonomis suatu furniture, makan akan rasa ketidaknyamanan sangat menggunakannya. Lalu, sebenarnya apa itu desain ergonomis dan bagaimana perannya dalam desain furniture?

Pengertian desain ergonomis

Penempatan furniture dalam ruang tidak serta merta menjadi hiasan yang meramaikan dekorasi ruangan saja tapi juga membantu aktifitas penghuni ruangan tersebut. Untuk menunjang kedua fungsi tersebut, perlulah pengaplikasian kaidah ergonomis dalam mendesain furniture. Apa itu desain ergonomis?

Desain ergonomis ialah proses kalkulasi atau perhitungan yang dilakukan oleh desainer furniture untuk menentukan ukuran konstruksi yang tepat dan ideal sehingga hasilnya dapat digunakan secara nyaman oleh semua orang berdasarkan kebutuhan ataupun fungsi utama dari furniture tersebut. Kebutuhan klien menjadi titik fokus utama dalam pemecahan masalah desain. Kepribadian dan kebiasaan klien mempengaruhi ergonomis sehingga nilai ergonomic tiap project desain berbeda bergantung dari pengguna dan lingkungannya. 

Kalkulasi Ergonomis

Perlu adanya perhatian khusus dalam menghitung kalkulasi ergonomis. Adapun, kalkulasi ergonomis dilakukan dalam dua kelompok utama yaitu bagi pengguna orang Asia dan bagi pengguna orang Kaukasia. Selain itu, terdapat pembagian lagi didasarkan pada perbedaan jenis kelamin dan umur. Terdapat perbedaan kalkulasi dalam mendesain furniture untuk anak-anak dan orang dewasa. 

Pada kalkulasi ergonomis, perlu adanya pertimbangan segala resiko dalam setiap desain yang dirancang oleh para desainer. Hasil rancangan dari desainer harus memiliki resiko yang paling minim. 

Prinsip Ergonomis

  1. Postur nyaman

Postur nyaman yang dimaksud ialah posisi tubuh pengguna furniture harus selaras dan seimbang. Dengan kata lain, ketika sedang menggunakan furniture tersebut, pengguna tidak merasa tertekan. Contohnya seperti desain kursi mewah yang harusnya membuat posisi tegak penggunanya, bukan membuat pengguna jadi bungkuk. 

  1. Mengurangi tenaga yang berlebihan

Desain untuk sebuah furniture yang berat harus mempertimbangan tenaga yang dikeluarkan ketika sedang memindahkan furniture tersebut. Seperti contohnya furniture kursi yang berat namun harus sering dipindah-pindah tempatnya. Solusi yang dapat diimplementasikan oleh desainer furniture berupa penambahan roda pada kaki kursi atau pegangan tangan yang bisa mengurangi tenaga berlebih pada saat memindahkan kursi. 

  1. Mengurangi gerakan

Prinsip ini bertujuan untuk mengurasi gerakan yang dihabiskan saat menggunakan suatu produk. Gerakan mengacu pada pergerakan apapun yang diterapkan menggunaan pergelangan tangan atau bagian tubuh lainnya. Salah satu contoh penerapan prinsip ini ialah penggunakan obeng listrik. Obeng listrik dirancang untuk mengurangi pergerakan tangan selama menggunakannya agar sesuai dengan kenyamanan pengguna. 

  1. Mengurangi getaran atau guncangan

Getaran atau guncangan berdampak sangat serius untuk pengguna furniture. Selain dapat mengakibatkan rasa tak nyaman saat digunakan, getaran atau guncangan dapat berbahaya bagi keselamatan pengguna. Seperti contoh kursi yang mudah goyang bisa saja suatu saat pengguna akan terjatuh. 

Dalam desain furniture, prinsip ergonomic sangatlah penting untuk diterapkan karena berdampak pada efisiensi kenyamanan, kesehatan dan penggunaannya. Magna interior sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang interior dan furniture senantiasa menawarkan segala bentuk interior dan furniture dengan desain yang ergonomis. Segera kunjungi showroom Magna Plaza di Jl. RS. Fatmawati Raya No.15, RT.1/RW.7 Kota Jakarta Selatan

Written by: nafis

Open chat
1
Hello 👋
Can we help you?